Analisis Struktur Organisasi Studi pada SMAN 4 KOTA Sukabumi
Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi
‘Analisa Struktur Organisasi Studi pada SMAN 4 kota Sukabumi’
1.
Sejarah
Singkat SMA Negeri 4 Kota Sukabumi
Di dalam
sejarah SMA Negeri 4 Kota sukabumi terdapat sejarah yang panjang. Di dalam gedung
yang panjang terdapat sebuah prasasti peninggalan yang membuktikan menempel
pada dinding sekolah bagian selatan dengan menggunakan bahasa belanda,
didirikan oleh Jan Jakob Snor pada tanggal 23 Agustus 1930.
Gambar 1. Prasasti Peninggalan
Sejarah SMA Negeri 4 Sukabumi. Gedung yang
dibangun dengan konstruksi permanen dari kayu jati rembang kualitas istimewa,
luasnya kira-kira 930 m2 di atas tanah seluas 10.000m2. digunakan untuk sekolah
dasar Belanda bagi keturunan Cina (HCS), bangunan ini berkualitas tinggi
sehingga sampai saat ini tanpa rehab berarti kondisinya terutama ruang untuk
kelas dan kantornya masih sangat baik. Ciri khas yang menonjol dari bangunan
SMA Negeri 4 Sukabumi yakni adanya Spiloot/ aula yang artistik. Aula ini di
anggap sebagai bangunan bersejarah. Pada tahun 2008 sekolah mendapatkan dana
bagi perbaikan aula dari dinas purbakala. Ada perubahan dalam perbaikan ini dimana
lantai tidak lagi menggunakan tegel tetapi berubah menggunakan keramik, hal ini
disebabkan sukarnya mencari tegel yang sesuai dengan aslinya.
Gambar 2. Aula
bersejarah SMA Negeri 4 Sukabumi
Pada zaman
revolusi fisik, tanah dan bangunan ini digunakan untuk sekolah guru yang
dikenal dengan nama Sekolah Guru bagian B (SGB) Negeri 1 Sukabumi. Tahun 1961
seluruh SGB di tanah air ditutup, termasuk SGB Negeri 1 Sukabumi, karena
lulusan SGB dianggap tidak layak lagi untuk menjadi guru sekolah dasar.
Menjelang penutupan SGB, yaitu tahun ajaran 1960 – 1961 dibuka Sekolah Guru
bagian A (SGA) Negeri Sukabumi dengan menggunakan segala fasilitas peninggalan
SGB Negeri 1 Sukabumi. Alih fungsi dari SGB ke SGA berdasarkan Keputusan
Menteri P dan K No.333/1960.
Bulan Juni
1962 berdasarkan Konferensi Kerja di Sukabumi, SGA diubah menjadi Sekolah
Pendidikan Guru (SPG). Karena kebutuhan akan guru masih kurang maka tahun
1964-1970 dibuka SPG C.I (empat tahun setelah SD atau sama dengan SGB) dan SPG
C.II (satu tahun setelah SMP). Di SPG Negeri Sukabumi dibuka dua jurusan yaitu
SPGSD dan SPGTK. Tahun Ajaran 1990-1991 SPG Negeri Sukabumi dialihfungsikan menjadi
SMA Negeri 4 Sukabumi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
No 426/O/1991 tentang pengalihan Sekolah Pendidikan Guru dan Sekolah Guru Olah
Raga menjadi SLTA lainnya. Sebenarnya sejak tahun ajaran 1989-1990 sekolah ini
telah menerima siswa SMA di kelas satu, sedangkan kelas II dan III masih siswa
SPG. Pada tahun ajaran 1991-1992 sudah seluruhnya siswa SMA dengan jumlah
rombongan belajar 15 kelas.
2.
Visi dan
Misi SMA Negeri 4 Kota Sukabumi
Visi dan misi
disusun berdasarkan program jangka panjang SMA Negeri 4 Sukabumi; profil
sekolah sebagai kondisi sekarang untuk mewujudkan pemenuhan delapan standar
pendidikan nasional yaitu Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi,
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Proses, Standar Sarana dan
Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian
Pendidikan; dukungan internal dan ekternal; hasil analisis potensi, faktor
penghambat dan penunjang, kesempatan serta kemungkinan ancaman; dan
masalah-masalah yang diidentifikasi, diangkat dan dirumuskan bersama, seperti ;
masalah sarana, dana, kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstra kurikuler,
bimbingan konseling, potensi dan prestasi siswa, budaya organisasi dan manajemen.
1. Visi SMA Negeri 4 Kota
Sukabumi
“
Mewujudkan insan berwawasan yang unggul dalam prestasi dan pelopor dalam
kemandirian yang berlandaskan iman dan taqwa “
2. Misi SMA Negeri 4 Kota
Sukabumi
a. Melaksanakan kegiatan dan pembinaan akhlak mulia
dan budi pekerti
b. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara optimal yang
berorientasi pada pencapaian kompetensi berstandar nasional dan internasional
c. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan SDM
d. Menumbuhkan iklim kompetitif secara intensif kepada seluruh warga
sekolah
e. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan bakat dan minat berbasis
kebutuhkan dan orientasi masa depan
f. Menyelenggarakan kegiatan seni budaya dan olahraga yang berorientasi
mutu dan prestasi menyelenggarakan system pembelajaran berbasis dan berbahasa
inggris
g. Menyelenggarakan sistem administrasi sekolah yang berbasis terbukan
dan berorientasi pelayanan
h. Menyediakan sarana pembelajaran dan pendukungan memadai dan berbasis
TI.
3.
Tugas Pokok dan fungsi organisasi Sekolah :
Gambar 3. Struktur organisasi SMAN 4 KOTA Sukabumi.
Ø Kepala Sekolah
Kepala Sekolah mempunyai tugas pokok sebagai penanggung jawab umum di
SMA Negeri 4 Kota Sukabumi.
Ø Komite Sekolah
Keberadaan komite sekolah bertumpu pada landasan partisipasimasyarakat
dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil pendidikan di satuan pendidikan
/ sekolah.
Ø Kepala TU
Kepala TU bertanggung jawab atas koordinasi dan pengawasan tugas-tugas urusan
keuangan, sarana dan prasarana.
Ø Wakasek Kurikulum
·
Menyediakan silabus untuk setiap guru bidang
studi,
·
membantu kepala sekolah mengurus kegiatan
kurikulum
·
ekstrakurikuler untuk setiap guru bidang studi,
·
menyiapkan format pembelajaran yang dibutuhkan
Guru Mata Pelajaran.
Ø Wakasek Kesiswaan
Wakasek kesiswaan bertugas mengurus segala sesuatu yang berhubungan
dengan siswa
· Mewakili kepala sekolah apabila kepala sekolah
berhalangan hadir kecuali masalah keuangan dan penandatangan surat-surat
yangtidak didelegasikan.
· Menyusun program kegiatan kesiswaan setiap awal
semester dan melaporkannya kepada kepala sekolah untuk mendapatkan pengesahannya.
·
Merencanakan dan melaksanakan penerimaan siswa
baru.
Ø
Wakasek Sarana dan Prasarana
·
Membantu tugas kepala sekolah di dalam
penyelenggaraankegiatan sekolah sehari-harinya terutama menyangkut urusan penyediaan
dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
·
Menyusun rencanan kebutuhan saranan dan
prasarana sekolah.
·
Mengelola dalam pembiayaan alat-alat pengajaran
Ø Wakasek Humas
·
Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua.
·
Memelihara hubungan baik dengan komite sekolah
· Memberi pengertian kepada masyarakat tentang
fungsi sekolah melalui bermacam-macam teknik komunikasi.
Ø Koordinator MGMP
·
Sebagai jembatan antara guru-guru mata pelajaran
yang ada di sekolah.
Ø Koordinator – koordinator
Koordinator mempunyai tugas pokok mengkoordinasi dan mengendalikan
segala bentuk kegiatan di sekolah dan bertanggung jawab langsung kepada kepala
sekolah.
Ø Guru-guru
Guru-guru mempunyai tugas untuk memberi masukan kepada koordinator
perpustakaan mengenai jenis buku-buku yang dibutuhkan oleh siswa di sekolah.
Ø Wali Kelas
Wali kelas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan :
·
Pengelolaan kelas
·
Penyelenggaraan administrasi kelas
·
Penyusun pembuatan statistik bulanan siswa
·
Pembuat catatan khusus tentang siswa
·
Mengurusi kelas dan siswa-siswa didiknya
Ø Guru BP dan BK
Membantu sekolah dalam menghadapi siswa-siswanya
Membantu sekolah dalam menghadapi siswa-siswanya
·
Melaksanakan fungsi pemeliharaan dan
pengembangan potensi pada diri siswa didik.
·
Berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan
·
Memberikan bantuan kepada anak didik.




Komentar
Posting Komentar