Analisa Penggunaan Teknologi Informasi E-Ticketing dalam Reservasi Tiket pada Maskapai Penerbangan

  • Pendahuluan
     Internet perlahan-lahan mulai menggeser budaya pembelian (pemesanan) tiket pesawat dari cara konvensional menjadi lebih modern atau yang sering disebut booking online (online booking). Dewasa ini, memesan tiket dapat dilakukan melalui computer yang tersambung dengan internet.Di Indonesia, pelayanan tersebut telah diperkenalkan oleh National Carrier Garuda Indonesia, maskapai penerbangan Merpati Nusantara dan Airasia.Hal ini berarti para maskapai penerbangan dapat berhubungan langsung dengan konsumen yang tentu saja akan memberikan dampak ekonomis yang signifikan.
     Pada awalnya penerapan pembelian tiket secara online sekitar tahun 1998 hanya mencapai satu persen lalu naik menjadi dua persen pada tahun 1999.Saat ini sudah mencapai tiga persen. Dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penelitian terdahulu yang menjadi acuan penelitian kali ini dilakukan oleh Aron M. Levin, Irwin P.Levin dan Joshua A. Weller (2005). Penelitian tersebut menganalisis stribut-stribut yang mempengaruhi preferensi belanja melalui internet (online) dan tidak melalui inrternet (off line) pada produk, konsumen dan tahapan pembelanjaan yang berbedea. Hasil analisis terhadap pengukuran dipakai pada studi ini memperlihatkan 4 atribut pokok, yaitu waktu, harga, pelayanaan dan alternatif. Penelitian kali ini merupakan penelitian replikasi yang mengkaji belanja on line dengan menggunakan 1 kelompok sample, yaitu mahasiswa dan menggunakan satu produk yaitu tiket pesawat.
     E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper ticket. Semua informasi mengenai electronic ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer milik airline. Sebagai bukti pengeluaran E-Ticket, pelanggan akan diberikan Itinerary Receipt yang hanya berlaku sebagai alt untuk masuk ke dalam bandara di Indonesia yang masih mengharuskan penumpang untuk membawa tanda bukti perjalanan. E-ticketing (ET) adalah peluang untuk meminimalkan biaya dan mengoptimalkan kenyamanan penumpang. E-ticketing mengurangi biaya proses tiket, menghilangkan fomulir kertas dan meningkatkan fleksibilitas penumpang dan agen perjalanan dalam membuat perubahan-perubahan dalam jadwal perjalanan.
     Sederhananya e-tiket merupakan bentuk pelayanan jasa penerbangan dalam melayani calon penumpang untuk menggunakan pesawat-nya dalam bepergian dengan cara cepat dan akurat. Selain sederhana bentuk tiket-nya. Bentuk tiket biasa adalah sepeti kupon dengan jumlah halaman lebih kurang 4 s/d 6 halaman tergantung kondisi tujuan penumpang yg menggunakan jasa penerbangan, semakin sering transit dan check in maka akan semkain banyak halaman-nya.
     Untuk e-tiket, bentuk tiket hanya selembar kertas yg tertera secara lengkap mulai jadwal penerbangan, tujuan tanggal serta aturan lainnya.sistem e-ticketing untuk memudahkan orang untuk membeli tiket untuk berbagai acara semua dari satu situs web. Tiket dapat dibeli dengan cara ini dengan uang tunai, cek atau kredit / kartu debit. Orang tanpa akses ke internet dapat memesan tiket melalui internet publik di terminal atau perpustakaan di Pusat Informasi dan Visitor Centre.
  • Keuntungan E-Ticket 
  1. Kemudahan
    Pengguna dapat mudah mengerti dalam melakukan pemesanan tiket melalui layanan ini.
  2. Keamanan
    Pengguna diberikan fasilitas login dan hanya 1 orang dengan 1 nama yang sudah terdaftar sebelumnya yang bias mengakses layanan menu utamanya.
  3. Keuntungan
    Pengguna diuntungkan dengan masalah waktu dan tenaga dalam melakukan pemesanan serta adanya discount atau potongan harga jika pengguna sudah menjadi pelanggan tetap.
  4. Kenyamanan
    Pengguna dapat melakukan pemesanan dengan nyaman, tanpa adanya gangguan.

  • Kelemahan E-Ticket
  1. Ada kekhawatiran mengenai jaminan keamanan atas kode-kode kartu kredit, Atm, dan lain-lain.
  2. Pemesana E-Ticket dilakukan secara online atau melalui internet dan tidak semua orang mengerti tentang internet artinya belum bisa mengoprasikan internet itu sendiri. Belum semua orang mengetahui tentang bagaimana caranya memesan tiket secara online.
  3. Belum semua orang mengetahui dan paham betul tentang E-Ticket.
  4. Bagi maskapai penerbangan sendiri, E-Tiket juga memperkecil biaya pelayanan, sehingga harga tiket juga dapat ditekan.
  5. Bagi konsumen terhindar dari kehilangan tiket pesawat secara fisik, karena pada dasarnya, setelah kode booking di konfirmasi, nama penumpang telah tercatat di system airlines. Penumpang terhindar dari resiko volid tiket yang disebabkan kesalahan penulisan pada paper ticket oleh travel agent.
  6. Penumpang tidak perlu bertemu secara fisik dengan travel agent karena E-Tiket bisa dapat melalui Fax, atau hanya berupa sms kode booking, dan pembayarannya bisa dilakukan dengan transfer via ATM atau internet/sms bangking.
  • Dampak Positif pemanfaatan ICT bagi industri Penerbangan
  1. Mengurangi Biaya (Cut Cost) operasional untuk sistem reservasi tiket
    Pemanfaatan ICT dalam sedikit banyak mampu memberikan kontribusi kepada perusahaan berupa penghematan dari sisi kegiatan operasional seperti percetakan buku tiket, komunikasi antar agen untuk kegiatan pre-flight. Sehingga pada era sebelum maraknya Booking Online, perusahaan telah membuang banyak biaya misalnya dengan sistem percetakan tiket kertas. Kini perusahaan hanya cukup menyimpan record nomor reservasi dan semuanya bisa dilakukan secara online dengan memanfaatkan sistem e-ticketing.
  2. Mengurangi Biaya (Cut Cost) harga jual untuk sisi konsumen
    Imbas yang cukup besar dirasakan juga oleh konsumen, tatkala perusahaan penerbangan mampu mengurangi biaya di pada titik reservasi tiket, maka perusahaan mampu memangkas biaya administrasi dari percetakan tiket itu sendiri sehingga harga tiket secara ekonomis bisa dipangkas harganya. Hal itu bisa dilihat dari AirAsia sebagai perusahaan yang menerapkan sistem online ticketing yang sangat berhasil, sehingga AirAsia sebagai perusahaan penerbangan low cost carrier. Sudah tak diragukan lagi bahwa kesukesan AirAsia tersebut adalah berkat teknologi Online Ticketingnya.
  3. Peningkatan performance dari sisi Service Time
    Dengan memanfaatkan ICT, petugas di bagian terdepan yang melayani konsumen (front line customer service) bisa memanfaatkan teknologi IT untuk mencari data-data penerbangan seperti harga, jadwal, hingga pengaturan untuk check in. Pemanfaatan ICT pada bagian ini akan berdampak pada pelayanan waktu Checkin yang singkat, dimana petugas cukup menginput nomor reservasi dan secara otomatis sistem akan melakukan validasi untuk dilanjut dengan percetakan boarding pass. Pada beberapa perusahaan penerbangan, bahkan proses check in bisa dilakukan secara online melalui website ataupun dengan menghubungi via telepon melalui fasilitas phone check in yang disediakan operator. Sekian banyak fitur tersebut mampu mengurangi antrean panjang para customer dikala check in.
  4. Sistem pencatatan informasi yang reliable
    Pada era sebelum ICT dimanfaatkan, sulit bagi perusahaan penerbangan untuk mendata informasi (piece of information) seperti baggage number (nomor bagasi), Transfer flight(penerbangan transit). Sekarang dengan pemanfaatan ICT, sistem pencatatan nomor bagasi bisa dikerjakan dengan sangat baik, bahkan bagi penumbang kelas ekskutif misalnya, bisa mendapatkan baggage handling priority(prioritas penanganan bagasi). Perusahaan penerbangan bahkan bisa secara otomatis memindahkan bagasi kita apabila kita akan menyambung dengan maskapai penerbangan yang sama-apabila kita masih memiliki penerbangan lanjutan (connecting flight). Sistem ICT yang baik sangat memberikan kenyamanan dan kepuasaan baik bagi sisi perusahaan maupun  sisi pelanggan
  5. Analisa Pengaturan Jadwal dan pola perjalanan penumbang
    Pemanfaatan ICT dalam sistem ticketing pesawat bisa dijadikan salah satu cara perusahaan untuk menggali informasi tentang pola perjalanan penumpang berdasarkan jadwal atau keadaan tertentu. Perusahaan cukup membuka jauh jauh hari untuk pemesanan tiket mereka, dan data itu pulalah yang akan digunakan untuk menganalisa tentang pola belanja konsumen. Dari setiap data booking yang berhasil dijadikan transaksi penerbangan, perusahaan bisa menganalisa volume pelanggan untuk pasar regional tertentu sehingga bisa dijadikan pertimbangan perusahaan apakah akan memperbanyak atau mengurangi jumlah frekuensi terbang pada daerah tertentu dan rentang waktu tertentu.
  6. Perbaikan kenyaman dan aspek keselamatan
    Telah dijabarkan diatas secara panjang lebar bahwa IT mampu mengurangi biaya perusahaan, adapun biaya tersebut bisa dikonversikan ke layanan yang sifatnya tangible (bisa dirasakan oleh konsumen) misalnya dengan perbaikan kualitas layanan seperti memberikan meals on board, majalah, promosi tiket murah, dan aspek yang cukup penting juga berupa safety yang harus dijadikan perhatian utama.
  7. Fasilitas IT di dalam penerbangan
    Fasilitas ICT sendiri bisa dihadirkan kedalam pesawat misalnya dengan teknologi AVOD (Audio Video On Demand) Sehingga penumpang bisa menikmati video/audio hingga bermain games selagi menunggu tiba di tempat tujuan.
  • Tantangan terhadap Pemanfaatan ICT bagi perusahaan Penerbangan
  1. Tantangan Pertama dimana era sekarang ini banyak dari perusahaan mulai berlomba-lomba memanfaatkan ICT, dimana hanya dengan menyediakan layanan yang internet banyak maskapai baru dengan modal pesawat yang sedikit saja sudah berani meng-klaim perusahaanya sebagai perusahaan airline global dengan modal sistem online ticketing saja.Aspek yang sangat penting yang bahkan perusahaan penerbangan yang low cost carrier tidak bisa kompromi adalah keselamatan penumpang. Perusahaan penerbangan harus senantiasa melakukan pemeliharaan rutin terhadap pesawat dan komponennya, tidak melulu berfokus pada hal hal yang berbau ICT saja.
  2. Tantangan kedua adalah Restrukturisasi, dimana pemanfaatan ICT di setiap lini fungsional bisnis perusahaan kadang menuntut diadakannya restruktrisasi baik dari sisi proses (Business Process Reengineering) maupun dari struktur organisasi perusahaan yang harus dimodifikasi demi kemudahan arus informasi yang mengalir.
  3. Tantangan ketiga adalah feedback, pemanfaatan ICT yang baik haruslah dapat menghasilkan feedback (umpan balik) ke perusahaan sendiri sehingga setiap tindakan yang telah dikerjakan mampu diukur tingkat efektifitasnya. Perusahaan harus siap menerima komplain, kritik ataupun saran dari pegawai apalagi dari konsumennya sendiri. Kebanyakan perusahaan cukup dengan menggunakan ICT yang canggih-canggih tetapi kurang mampu menanggapi keingingan konsumen yang sebetulnya sangat beharga apabila mereka bisa mendengar pendapat konsumen tersebut.
  4. Tantangan Keempat adalah liberalisasi bisnis penerbangan, dimana adanya kebijakan open sky pemerintah sehingga muncul banyaknya maskapai baru terutama diindonesia dan meningkatnya jumlah aliansi perusahaan lokal dengan perusahaan asing untuk memperluas cakupan pelayanan bisnis penerbangan mereka. Tentu saya hal ini menuntut pemanfaatan ICT yang saling terintegrasi antar perusahaan dan memastikan bahwa setiap komunikasi bisnis tidak terputus dan bisa diandalkan data kapanpun (reliable)
Sumber :

Komentar

Postingan Populer